Waktu sore pun tiba,
bersamaan dengan rampungnya service sepeda motor berwarna hitam, setibanya di
rumah ku hidupkan komputer kesayangnan ku, lantas ku mainkan lagu. Terasa bosen
sekali, mungkin karena seringnya aku duduk di depan komputer, lantas ku buka
perpustakaan lagu yang ada pada komputerku, karena rasa jenuh ini
menggerogotiku, aku memilih lagu sule untuk sedikit menghiburku dari rasa
jenuh. Ku tertawa, lumayan sedikit terhibur, lantas ku dengarkan lagu sule, ada
sepenggal yang membuat ku tergerak untuk melakukannya walau hari sudah sore, “mening
oge urang ulin jalan-jalan” oh betul, lebih baik aku main saja.
Tak seperti biasanya
selalu lewat depan, aku sekarang mencoba lewat arah belakang, oh ternyata
menarik juga, tepatnya di daerah Arcamanik ada beberapa kuda yang sedang di
latih, ku berinisiatif turun dari motor dan ingin melihat dari dekat kuda-kuda
yang sedang di latih. tetapi rasa penasaran ku belum hilang, maka aku mencoba
naik ke menara wasit untuk melihat dari atas, ku ingin melihat seberapa besar
tempat pacuan kuda ini, wowwww ternyata luas sekali, didalamnya terdapat
lapangan sepak bola, dan lapangan voli serta tempat kuda-kuda di latih, setelah
puas ku nyalakan lagi motor lantas ku kebut karena mengejar waktu untuk dapat
naik ke gardu yang terdapat di desa, ngongong wooongggg suara motor ku ketika
ku gas.
Mengejar tidak
kemalaman aku mencari tempat yang suasananya sejuk dan nyaman, lantas ku
keluarkan sebatang roko dan aku duduk sambil menikmati susasana daerah pedesaan
udara kebun yang begitu khas dan membuatku tenang. seraya mengenang suasana dulu,
suasana indah dimana aku pernah menikmati beberap hari bermalam di desa ini. Aku
rindu suasana alam dan aku rindukan cahaya bulan malam di desa itu.”HS”