Senin, 23 April 2012

Aku Belum Sempat Mengucapkan Itu ?

Masih teringat dalam memory ku yang berkapasitas 100 MB yang banyak terinveksi virus, pada waktu itu malam membawaku untuk menemui seseorang, sebut saja si fulan. Entah karena banyaknya virus yang menginfeksi memory ku pada waktu itu, aku berani saja menemuinya pada malam hari. Tanpa ku pikir panjang terlebih dahulu resiko yang akan terjadi pada si fulan ini.

Si fulan seorang wanita, dia manis, cantik berkerudung serta berkulit putih. Dengan niat bersilaturahim serta membagi sedikit rizki yang ku peroleh, aku langsung tancap gas pergi menemuinya di sebuah kos-kosan, tidak ada sama sekali di memory ku yang hanya berkapasitas 100 MB dan terinveksi virus menyimpan film-film porno atau sejenisnya, yang ku bisa simpan hanya file-file bermuatan kurang dari 100 MB, seperti artikel, musik  serta tugas mata kuliah yang belum rampung ku selesaikan.

 Aku bergegas pergi dengan berjalan kaki, mengejar waktu agar tidak terlalu malam karena bagaimanapun si fulan seorang wanita. Sampilah aku di sebuah gang dengan lebar  1,5 meter, aku berjalan melewati beberapa kos-kosan dan sampailah ke tempat tujuan, ya tempat dimana si fulan tinggal. Pada saat itu dalam memory ku yang berkapasitas 100 MB,  para prajurit anvas sedang berperang melawan virus-virus yang sedikit-sedikit menggrogoti  jantung pertahananku. 

Pertahanan memory ku sedikit melemah karena prajurit anvas sebagian terbunuh oleh virus-virus jahat, tetapi pada malam itu aku tidak sengaja mendengar suara ayat suci al-quran, lantas ku cari, dimanakah suara itu berasal? Dan siapakah wanita yang membaca Al-quran itu? 

Karena rasa penasaran, aku dekati pintu kosan si fulan, oh ternyata si fulan sedang mengaji, bertilawah ternyata dia sedang bercumbu dengan Rajanya, Raja dari segala Raja Alam jagad raya ini. Suara itu telah menyelematkan memory ku yang berkapasitas 100 MB, prajurit anvas yang ada dalam memory ku juga ternyata mendengar dan membabat habis virus-virus jahat yang sebentar lagi dapat menghancurkan jantung pertahanan ku ini. 

Akhirnya ku mengetuk pintu dan memberikan sebuah oleh-oleh sederhana serta sedikit berbincang lalu pergi dengan membawa sebuah ketakjuban hati, ketakjuban dari sebuah lantunan Ayat –Mu…Ayat-MU ya Rabb yang membuat ku tehindar dari virus jahat pada malam itu. dan aku lupa sampai saat ini belum mengucapkan (Terima Kasih Sudah Mengaji) “HS”