Musik sebuah seni yang ku sukai
sejak dulu, sejak aku belum menginjak bangku pendidikan. Masih terpondasi
dengan baik diingatanku, pertama kali kakak ku mengenalkan jenis musik slow
rock seperti salah satu lagu dari air supply dengan judul Good Bye. Dan kurasakan
sangat tenang sekali pada waktu itu. Seolah sebuah musik dapat membuat ku
relax, dengan nada serta syair yang dapat membawa pikiran serta hati kita ke alam bawah sadar,
membius, melayang bebas menapaki cakrawala impian.
Suatu hari kakak ku mengenalkan
ku dengan musik baru, pada waktu itu aku masih menginjak bangku sekolah dasar, pada
waktu itu musik hanya sarana hiburan buat ku, tidak lebih! Masih ingat, sebuah
musik dari negeri jiran beralunan syahdu
dengan bahasa melayu serta mempunyai lirik keyakinan, pada waktu itu aku tidak
mengenal yang namanya da’wah lewat musik, lantas ku tanya pada kakak ku dengan
bahasa sunda “khas sar” lagu naon ieu Aa? Lantas kakak ku menjawab “ ini lagu
nasyid” aku pun hanya bisa menjawab “ooo. Tidak peduli lagu apa, yang ada
dipikiran ku sama tentang musik pada waktu itu, enak ga yah lagunya, lantas ku
coba mendengarkan salah satu lagunya, ooo ternyata enak di dengar.
Beberapa hari kemudian hatiku
terhanyut ketika mencoba mendalami syair dari lagu ini, membuat ku penasaran,
karena syair-syair nya membuatku benar-benar bukan hanya lapang hati tetapi
membuatku ingin menangis melihat kenyataan dunia yang ada.
Dimulai dari itu, aku pun
sedikit-sedikit mendalami apa sebenarnya nasyid itu? Beberapa tahun ku lewati,
dengan membawa segudang tanya mengenai apa itu nasyid, akhirnya semua terjawab
ketika aku memasuki SMU, tentu jawaban itu bukan hanya mengenai nasyid saja
tetapi adanya inovasi perkembangan dakwah yang diselaraskan dengan kondisi pada
saat itu, ya! Kondisi pada saat itu kebanyakan orang menyukai yang namanya seni
bermusik, musik mudah di cerna, enak di dengar musik universal.
Akhirnya menginjak SMU aku
membuat tim nasyid, dengan kapasitas seadanya, aku berusaha untuk dapat
menyampaikan sebuah kata nasehat lewat sebuah lantunan musik. Ternyata bagaimanapun
inovasi sebuah perjuangan, sehebat-hebatnya inovasi tetap Alloh SWT lah yang
Maha memberi kesuksesan, kelancaran dan kesempurnaan.
Nasyid bukan sekedar musik dengan
musik yang bagus, dengan suara yang bagus, peralatan yang lengkap, laku di
pasaran, bukan itu….bukan itu….! Bernasyid tidak segampang yang kita kira,
memegang mix, bernyanyi. Bernasyid lebih susah di banding audisi Indonesia
Idol, hati dan jiwa kita harus benar-benar hanya kepada Alloh SWT. Musik,
suara, penampilan hanya pendukung tersampaikannya tujuan dakwah.
Aku menangis ketika nasyid
dijadikan murah seperti lagu-lagu lain. Nasyid buat ku sebuah cara menyampaikan
sebuah nasehat baik, nasehat yang harus meninggalkan bekas di hati para
pendengarnya. “HS”