Pelangi merupkan sebuah fenomena
alam yang sangat indah, semua manusia takjub dengan keindahan pelangi, baik dari
bentuk atau pun warnanya. Dulu, ibu ku sering mengatakan bahwa pelangi itu
muncul karena ada beberapa sosok putri yang sedang mandi, yang turun dari
langit, waduhhhh! Ya, karena dulu aku masih kecil aku percaya saja pada waktu itu.
Saat itu, Aristoteles sudah
menyebutkan bahwa untuk melahirkan pelangi, pantulan cahaya matahari ini
memerlukan sudut tertentu. Dia juga mengungkapkan bahwa pelangi sebenarnya tidaklah
berada di tempat tertentu, tapi hanya bisa diketahui posisi sudutnya di langit.
Definisi pelangi Aristoteles ini
kemudian disempurnakan oleh Alexander dari Aphrodisias. Pada tahun 200 masehi,
dia menemukan perbedaan warna langit yang di dalam lengkung pelangi, dan di
luar lengkung pelangi. Menurut dia, langit di dalam lengkung lebih gelap
dibanding yang di luar lengkung. Wilayah langit yang gelap ini pun kemudian
dinamai Lingkaran Gelap Alexander.
Penjelasan soal pelangi pun
disempurnakan lagi oleh Roger Bacon pada tahun 1266. Dia sebutkan bahwa posisi
pelangi berada di sudut 42 derajat. Di tahun 1304 seorang pendeta dari Jerman,
Theodore Freiberg meyakini bahwa setiap hujan di awan punya pelangi sendiri.
Dia buktikan hipotesisnya ini dengan pantulan cahaya matahari saat terjadi
pelangi di botol melingkar.
Di tahun 1666, ahli fisika Newton
membuat definisi tentang pelangi menjadi lebih lengkap. Dia pahami perbedaan
warna pelangi terjadi karena perbedaan panjang gelombang cahaya matahari yang
dipantulkan oleh awan. Dia juga berhasil menemukan ukuran ketebalan pelangi,
yakni 2 derajat 15 menit.
Dalam perkembangan selanjutnya,
beberapa ilmuwan kemudian menyebut soal angka busur pelangi. Konsep ini tidak
bisa dijelaskan oleh temuan Newton. Pada tahun 1803 Thomas Young menunjukkan
bahwa gelombang yang berasal dari dua sumber gelombang menghasilkan perbedaan
terang dan gelap di sekitar pelangi.
Penelitian maupun penjelasan soal
pelangi pun terus berkembang. Pada tahun 1815, David Brewster mengungkapkan
bahwa pantulan cahaya matahari yang menghasilan pelangi itu sepenuhnya
terpolarisasi. Karena itu, warna pelangi bisa tetap terlihat dengan sepasang
kaca mata yang lensanya polaroid.
Pelangi adalah
sebuah gejala optik dan meteorologi berupa cahaya beraneka warna saling sejajar
yang tampak di langit atau medium lainnya. Di langit, pelangi tampak sebagai
busur cahaya dengan ujungnya mengarah pada horizon pada suatu saat hujan
ringan. Pelangi juga dapat dilihat di sekitar air terjun yang deras.
Pelangi terbentuk dari cahaya matahari, cahaya matahari adalah
cahaya polikromatik (terdiri dari banyak warna). Warna putih cahaya matahari
sebenarnya adalah gabungan dari berbagai cahaya dengan panjang gelombang yang
berbeda-beda. Mata manusia sanggup mencerap paling tidak tujuh warna yang
dikandung cahaya matahari, yang akan terlihat pada pelangi: merah, jingga,
kuning, hijau, biru, nila, dan ungu.
Panjang gelombang cahaya ini
membentuk pita garis-garis paralel, tiap warna bernuansa dengan warna di
sebelahnya. Pita ini disebut spektrum. Di dalam spektrum, garis merah selalu
berada pada salah satu sisi dan biru serta ungu di sisi lain, dan ini
ditentukan oleh perbedaan panjang gelombang.
Pelangi tidak lain adalah busur
spektrum besar yang terjadi karena pembiasan cahaya matahari oleh butir-butir
air. Ketika cahaya matahari melewati butiran air, ia membias seperti ketika
melalui prisma kaca. Jadi di dalam tetesan air, kita sudah mendapatkan warna
yang berbeda memanjang dari satu sisi ke sisi tetesan air lainnya. Beberapa
dari cahaya berwarna ini kemudian dipantulkan dari sisi yang jauh pada tetesan
air, kembali dan keluar lagi dari tetesan air.
Cahaya keluar kembali dari tetesan
air ke arah yang berbeda, tergantung pada warnanya. Warna-warna pada pelangi
ini tersusun dengan merah di paling atas dan ungu di paling bawah pelangi.
Pelangi hanya dapat dilihat saat
hujan bersamaan dengan matahari bersinar, tapi dari sisi yang berlawanan dengan
si pengamat. Posisi si pengamat harus berada di antara matahari dan tetesan air
dengan matahari dibekalang orang tersebut. Matahari, mata si pengamat dan pusat
busur pelangi harus berada dalam satu garis lurus.
Ada satu hal yang membuatku penasaran, apakah semua penemu definisi pelangi itu yakin dan tahu bahwa semua keindahan yang terjadi karena kekuasaan Tuhan Alloh SWT.