Kamis, 26 April 2012

Keindahanmu Milik-Nya


Pelangi merupkan sebuah fenomena alam yang sangat indah, semua manusia takjub dengan keindahan pelangi, baik dari bentuk atau pun warnanya. Dulu, ibu ku sering mengatakan bahwa pelangi itu muncul karena ada beberapa sosok putri yang sedang mandi, yang turun dari langit, waduhhhh! Ya, karena dulu aku masih kecil aku percaya saja pada waktu itu.  

pelangi baru mulai didefinisikan pada masa kehidupan Aristoteles. Dialah orang yang pertama kali menjelaskan secara ilmiah fenomena pelangi. Menurut situs datalyse.dk, di masa hidupnya (384-322 tahun sebelum masehi) Aristoteles menyebutkan bahwa pelangi adalah refleksi cahaya matahari yang dipantulkan awan.

Saat itu, Aristoteles sudah menyebutkan bahwa untuk melahirkan pelangi, pantulan cahaya matahari ini memerlukan sudut tertentu. Dia juga mengungkapkan bahwa pelangi sebenarnya tidaklah berada di tempat tertentu, tapi hanya bisa diketahui posisi sudutnya di langit.

Definisi pelangi Aristoteles ini kemudian disempurnakan oleh Alexander dari Aphrodisias. Pada tahun 200 masehi, dia menemukan perbedaan warna langit yang di dalam lengkung pelangi, dan di luar lengkung pelangi. Menurut dia, langit di dalam lengkung lebih gelap dibanding yang di luar lengkung. Wilayah langit yang gelap ini pun kemudian dinamai Lingkaran Gelap Alexander.

Penjelasan soal pelangi pun disempurnakan lagi oleh Roger Bacon pada tahun 1266. Dia sebutkan bahwa posisi pelangi berada di sudut 42 derajat. Di tahun 1304 seorang pendeta dari Jerman, Theodore Freiberg meyakini bahwa setiap hujan di awan punya pelangi sendiri. Dia buktikan hipotesisnya ini dengan pantulan cahaya matahari saat terjadi pelangi di botol melingkar.

Di tahun 1666, ahli fisika Newton membuat definisi tentang pelangi menjadi lebih lengkap. Dia pahami perbedaan warna pelangi terjadi karena perbedaan panjang gelombang cahaya matahari yang dipantulkan oleh awan. Dia juga berhasil menemukan ukuran ketebalan pelangi, yakni 2 derajat 15 menit.

Dalam perkembangan selanjutnya, beberapa ilmuwan kemudian menyebut soal angka busur pelangi. Konsep ini tidak bisa dijelaskan oleh temuan Newton. Pada tahun 1803 Thomas Young menunjukkan bahwa gelombang yang berasal dari dua sumber gelombang menghasilkan perbedaan terang dan gelap di sekitar pelangi.

Penelitian maupun penjelasan soal pelangi pun terus berkembang. Pada tahun 1815, David Brewster mengungkapkan bahwa pantulan cahaya matahari yang menghasilan pelangi itu sepenuhnya terpolarisasi. Karena itu, warna pelangi bisa tetap terlihat dengan sepasang kaca mata yang lensanya polaroid.

Pelangi adalah sebuah gejala optik dan meteorologi berupa cahaya beraneka warna saling sejajar yang tampak di langit atau medium lainnya. Di langit, pelangi tampak sebagai busur cahaya dengan ujungnya mengarah pada horizon pada suatu saat hujan ringan. Pelangi juga dapat dilihat di sekitar air terjun yang deras.


Pelangi terbentuk dari cahaya matahari, cahaya matahari adalah cahaya polikromatik (terdiri dari banyak warna). Warna putih cahaya matahari sebenarnya adalah gabungan dari berbagai cahaya dengan panjang gelombang yang berbeda-beda. Mata manusia sanggup mencerap paling tidak tujuh warna yang dikandung cahaya matahari, yang akan terlihat pada pelangi: merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu.

Panjang gelombang cahaya ini membentuk pita garis-garis paralel, tiap warna bernuansa dengan warna di sebelahnya. Pita ini disebut spektrum. Di dalam spektrum, garis merah selalu berada pada salah satu sisi dan biru serta ungu di sisi lain, dan ini ditentukan oleh perbedaan panjang gelombang.

Pelangi tidak lain adalah busur spektrum besar yang terjadi karena pembiasan cahaya matahari oleh butir-butir air. Ketika cahaya matahari melewati butiran air, ia membias seperti ketika melalui prisma kaca. Jadi di dalam tetesan air, kita sudah mendapatkan warna yang berbeda memanjang dari satu sisi ke sisi tetesan air lainnya. Beberapa dari cahaya berwarna ini kemudian dipantulkan dari sisi yang jauh pada tetesan air, kembali dan keluar lagi dari tetesan air.

Cahaya keluar kembali dari tetesan air ke arah yang berbeda, tergantung pada warnanya. Warna-warna pada pelangi ini tersusun dengan merah di paling atas dan ungu di paling bawah pelangi.

Pelangi hanya dapat dilihat saat hujan bersamaan dengan matahari bersinar, tapi dari sisi yang berlawanan dengan si pengamat. Posisi si pengamat harus berada di antara matahari dan tetesan air dengan matahari dibekalang orang tersebut. Matahari, mata si pengamat dan pusat busur pelangi harus berada dalam satu garis lurus.

Ada satu hal yang membuatku penasaran, apakah semua penemu definisi pelangi itu yakin dan tahu bahwa semua keindahan yang terjadi karena kekuasaan Tuhan Alloh SWT.