Panjang jalan yang harus ku tempuh, tidak mudah seperti yang dibayangkan .
Tetapi semuanya aku nikmati,
Tidak ada kata menyerah dalam pikiran ku, tetapi introspeksi selalu ada dalam kamus ku.
Berhenti bukan berarti menyerah, tetapi berpikir untuk memilih.
Memilih jalan mana yang dapat ku tempuh dengan sedikit hambatan.
Hambatan akan selalu ada, karena di situlah otak kita dapat bekerja dan berkembang.
Senyuman, banyolan serta saling mengingatkan sebuah kalimat penenang buatku, penenang dalam
perjalanan panjang yang aku lewati sekarang ini.
Perjalanan ku baru sampai tahi kuku, masih sedikit di banding yang lain.
Tapi tidak membuat ku berhenti, untuk saling memberikan informasi.
Banyak sanjungan, ya!
Banyak cercaan, pasti!
Banyak ketakutan, apa lagi!
Tetapi semuannya menjadi ilmu buatku, sebuah ilmu yang sangat besar.
Sebuah ilmu diri yang tak ternilai hargannya.
Menghantam rasa angkuh,
meredam rasa Iri,
mengontrol rasa malu,
mendorong rasa percaya pada potensi diri,
memupuk rasa saling menghargai serta
menumbuhkan kedewasaan diri.
Iri, dengki,angkuh, buatku hanya angin yang mampir dalam hidungku.
Yang mudah keluar begitu saja jika di hembuskan.
Bukan putus asa atau berpasrah diri tetapi itulah kenyataan yang ku rasakan.
Sekarang yang kurasakan hanya tiga
Ringan seperti kapas,
Kuat bagai karang serta
Cepat bagai kilat.
Dan keyakinan ku akan hal yang telah di usahakan semakin mantap.
“HS”